Balkans By Public Transport: What to Expect

We choose Balkan countries, and focus on former Yugoslavia states, as our holiday destination for many reasons. We knew that these countries are rich in history and we were curious to see them with our own eyes. The route was Dubrovnik, Croatia – Sarajevo and Mostar, Bosnia i Herzegovina – Kotor, Montenegro – Tirana and Berat, Albania – Ohrid and Skopje, Macedonia – Sofia, Bulgaria; and we skipped Serbia/Kosovo for safety reasons (well, each of these countries is fairly safe, but considering the headscarf on my head, I chose not to take any risk). We also skipped Slovenia as it’s too far and we thought it would be better if we combine it with a trip to Italy.

Saya dan Rizky memilih negara Balkans, dan fokus pada negara-negara bekas Yugoslavia, sebagai tujuan liburan karena berbagai alasan. Kami tahu bahwa negara-negara ini kaya akan sejarah dan kami penasaran untuk menyaksikannya dengan mata kepala kami sendiri. Rute trip kali ini adalah Dubrovnik, Croatia – Sarajevo dan Mostar, Bosnia dan Herzegovina – Kotor, Montenegro – Tirana dan Berat, Albania – Ohrid dan Skopje, Macedonia – Sofia, Bulgaria; dan kami sengaja melewatkan Serbia/Kosovo demi alasan keamanan (well, kedua negara bisa dibilang cukup aman, tapi berhubung saya pake kerudung, saya memilih untuk tidak mengambil risiko). Kami juga melewatkan Slovenia karena letaknya terlalu jauh dan kami pikir akan lebih baik jika kita menggabungkannya dengan perjalanan ke Italia – entah kapan.

DSC_0121IMG_5177

We did the whole trip within two weeks by public transportation. Compact schedule? Yes. Too tight? Not really. Tiring journey? Absolutely. One-night for each small city and two-night for the big one seems doable for us. And yes, we even had time to sit down and relax while enjoying surroundings area – we were not too rushed.

Kami melakukan perjalanan ini dengan kendaraan umum dalam waktu dua minggu. Jadwal padet? Iya. Terlalu ringkas? Nggak juga. Capek? Pasti. Satu malam untuk kota kecil dan dua malam untuk kota besar sudah memberikan kami waktu yang cukup. Kita juga tidak begitu terburu-buru, kami bahkan hampir selalu menyempatkan diri untuk duduk-duduk santai sambil menikmati keadaan disekitar.

 

First of all, if you’d like to explore Balkans with similar route like us, I suggest you to start from Sarajevo, then Mostar, down to Dubrovnik, THEN Kotor. Direct bus from Mostar to Kotor was a waste of time (could’ve been done much much faster, unless you book from montenegrohostel.com but they have minimum number of passengers). There’s also a non-direct bus from Mostar to Kotor in which faster that the direct one. Another thing to be noted is, unlike any other European countries, you don’t have to book you ticket in advance (unless it’s in the middle of summer); there was a time when I bought a ticket €10 cheaper than the online price – I’ll put the detail later on a separate post

Pertama-tama, jika Anda ingin menjelajahi Balkan dengan rute yang sama, saya sarankan untuk mulai dari Sarajevo, kemudian Mostar, lalu Dubrovnik, baru setelah itu Kotor. Bus langsung dari Mostar ke Kotor menurut saya hanya buang-buang waktu (karena bisa dilakukan dengan waktu tempuh yang jauh lebih cepat, kecuali jika Anda memesan shuttle dari montenegrohostel.com tapi mereka ada kuota minimal). Ada juga bus tidak langsung (dengan transfer) dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Hal lain yang perlu diingat adalah, tidak seperti negara Eropa lainnya, Anda tidak perlu membeli tiket online terlebih dahulu (kecuali jika ditengah musim panas); bahkan di satu waktu saya membeli tiket di tempat dengan harga €10 lebih murah dibanding harga online – saya akan menulis detailnya di post terpisah.

What we did // Rute yang kami ambil :

Dubrovnik – Sarajevo – Mostar – Kotor – Tirana – Berat – Ohrid – Skopje – Sofia

What we should’ve done // Rute yang seharusnya diambil:

Sarajevo – Mostar – Dubrovnik – Kotor – Tirana – Berat – Ohrid – Skopje – Sofia

fullsizeoutput_3e2bDCIM106GOPROGOPR1731.fullsizeoutput_3e21

We didn’t spend much time in Dubrovnik as I’ve done my Croatia trip last February, yet I wanted Rizky to see how beautiful the city is. Well, Dubrovnik is gorgeous, obviously, but the crowwwdd!! I couldn’t believe how crowded it was compared to the last time I went there. Luckily, we managed to go to some places when it was a bit empty. Please check my previous posts for more details about Game of Thrones filming locations in Dubrovnik or in Split (both are in bahasa Indonesia only). Oh and Dubrovnik is twice a much (if not triple) more expensive than other cities around.

Kami tidak menghabiskan banyak waktu di Dubrovnik karena saya sudah pernah kesini sebelumnya, tapi saya juga ingin Rizky melihat cantiknya kota ini. Keindahan Dubrovnik memang tidak bisa disangkal, tapi ramenya itu lhooo.. Saya benar-benar kaget melihat perbedaan antara peak dan low season, serame dan sebeda itu. Untungnya, kami sempat ke beberapa tempat pas belum terlalu ramai. Silahkan lihat postingan lain saya untuk rincian mengenai lokasi syuting Game of Thrones di Dubrovnik atau di Split. Ohiya, setelah saya keliling negara Balkans, saya baru sadar kalau Dubrovnik itu super mahal, sekitar 2-3x lipat lebih mahal dari kota lain disekitarnya.

DSC_0054DSC_0035DCIM106GOPROGOPR1753.DCIM106GOPROGOPR1764.

As I mentioned earlier, we used public transportation from one city to another. The problem is they don’t always on-time! 5-10 minutes delay was considerably okay, but sometimes it could be 45 minutes delay! Most of the time they’re on-time, but you can’t exactly predict the timing – especially in Albania. Another thing to be considered is the schedule. Of course you can check most of the schedule online at getbybus or balkanviator, but make sure to reconfirm at bus station every time you arrive at a city. Sometimes the actual schedule was a bit different than the online version, and even sometimes the actual one has more frequent trip! e.g. when I checked online, there’s only one bus per day in September from Dubrovnik to Sarajevo; but when I checked at the station, there’re two trips – morning and evening.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kami menggunakan transportasi umum dari satu kota ke kota lain. Permasalahannya adalah mereka tidak selalu tepat waktu! Keterlambatan 5-10 menit mungkin masih bisa ditoleransi, tapi terkadang bisa sampai telat 45 menit! Sebenarnya tidak sesering itu sih mereka telat, tapi Anda benar-benar tidak bisa memprediksi waktu – terutama di Albania. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jadwal. Tentu Anda bisa mengecek hampir semua jadwal di getbybus atau balkanviator, tapi pastikan untuk mengecek kembali di stasiun setiap kali Anda tiba di satu kota. Terkadang jadwal dari stasiun sedikit berbeda dari versi online, dan bahkan kadang jadwal aslinya lebih banyak dibanding online! Misalnya, ketika saya cek online, di bulan September bus dari Dubrovnik ke Sarajevo hanya ada 1x per hari; tapi ketika saya cek di stasiun, ternyata ada 2x per hari – pagi dan sore hari.

 

I don’t know about you, but for me history is a major elements of this trip. Although I watched some documentaries and movies prior to this trip, I learned a LOT through talking with locals – apart from museums, of course. You can always take a free walking tour in most of big cities around Balkans, or you can just randomly talk with people and listen to their stories. Remember, there are always two sides (or more) to every story and you have to read between the lines!

“Listen to all three sides — Muslim, Serb, and Croat. Then decide for yourself what you think.”

Alasan orang untuk berlibur ke negara Balkans mungkin berbeda-beda, tapi bagi saya sejarah merupakan salah satu elemen utama dari perjalanan ini. Dan meskipun saya sudah menonton beberapa film dan dokumenter sebelum melakukan perjalanan ini, saya belajar banyak dengan ngobrol sama penduduk lokal. Anda dapat mengikuti free walking tour yang ada di hampir setiap kota besar, atau bahkan Anda juga bisa randomly ngobrol dengan orang dan mendengarkan cerita mereka. Tapi ingat, setiap cerita memiliki dua sisi (atau bahkan lebih) dan Anda harus pintar-pintar “read between the lines”!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close