Malaga at Glance

Malaga wasn’t actually on our list; but since it’s closer to get here than to Cordoba, we decided to stay for a night. Our visit was quite brief I didn’t took that much pictures. But hey, sharing the journey won’t hurt anyone anyway.

Malaga sebenarnya tidak masuk kedalam list perjalanan kami; tapi karena dari Granada jarak ke Malaga lebih dekat daripada ke Cordoba, kami memutuskan untuk menginap semalam disini. Kunjungan kami cukup singkat sehingga saya tidak mengambil banyak foto ataupun jelajah kota Malaga lebih luas. Tapi yaa, gak ada salahnya sharing perjalanan.

DSC_0624.JPG

On our way from Granada, we stopped by at a dam to take some pictures. I wasn’t sure about the name of this area but it’s good enough to make us stayed for about half an hour. Aaand this’s when I realised one of the perks of doing a road trip: you can stop by whenever and wherever you please!

 Dalam perjalanan dari Granada, kami mampir di sebuah bendungan untuk mengambil beberapa foto. Sejujurnya saya tidak ingat dengan nama daerahnya, yang pasti tempat ini cukup cantik untuk membuat kami berhenti dan menikmati pemandangan sekitar setengah jam. Daaan dari sini saya sadar salah satu kelebihan kalau nyetir sendiri: kita bisa mampir suka-suka kapanpun dan dimanapun!

DSC_0633DSC_0640

Once we arrive at Malaga, we went straight to the Alcazaba of Malaga, which was first constructed in 8th century on the ruins of a Roman fortification during the reign of Abd-al-Rahman I, the first Emir of Cordoba. The Alcazaba’s original purpose was as a defence against pirates. Then it was rebuilt in the early 11th century as a fortress and palace of the Moorish leaders in Malaga. Unfortunately, it was closed so we haven’t got the chance to walk up.

Begitu sampai di Malaga, kami langsung menuju Alcazaba, yang dibangun pada abad ke-8 di atas reruntuhan benteng Romawi pada masa pemerintahan Abd al-Rahman I, Emir pertama Cordoba. Tujuan awal Alcazaba adalah sebagai pertahanan melawan bajak laut. Alcazaba kemudian dibangun kembali pada awal abad ke-11 sebagai benteng dan istana para pemimpin Moor di Malaga. Sayangnya, begitu sampai, Alcazaba sudah tutup sehingga kita belum sempat untuk naik ke atas.

Another remnant of Málaga’s Islamic past is the Castillo de Gibralfaro, located high on the hill overlooking the city. It was built in 9th century by Abd ar-Rahman III, Caliph of Cordoba. Later, it was rebuilt in the 14th century when Málaga became the main port for the emirate of Granada. The castle offers a wonderful view of the city of Malaga.

Sisa lain dari era Islam di Málaga adalah Castillo de Gibralfaro, yang terletak di atas bukit yang menghadap ke kota. Kastil ini dibangun pada abad ke-9 oleh Abd ar-Rahman III, Khalifah Cordoba. Kemudian, dibangun kembali pada abad ke-14 ketika Málaga menjadi pelabuhan utama bagi kerajaan Granada. Diatas bangunan ini kita juga bisa menikmati pemandangan indah kota Malaga.

Castillo de Gibralfaro in Málaga, Andalucía

We then strolled along the Palmeral de las Sorpresas, a promenade that leads to Muelle Uno, and enjoyed the view of Mediterranean Sea and Port of Malaga during sunset.

Kami kemudian berjalan-jalan di sepanjang Palmeral de las Sorpresas, sebuah kawasan pejalan kaki yang mengarah ke Muelle Uno, sambil menikmati pemandangan Laut Mediterania dan Pelabuhan Malaga saat matahari terbenam.

IMG_1382DSC_0709

Muelle Uno is an open-air shopping centre that has a large number of shops, bars, and restaurants. As it wasn’t dinner time yet, we wandered around the beach nearby before having our dinner.

Muelle Uno adalah pusat perbelanjaan dengan banyak toko, bar, dan restoran. Karena belum waktunya makan malam, kami sengaja untuk membuang waktu di sekitar pantai dekat pelabuhan sebelum makan malam.

 

 

 

IMG_1387DSC_0757

Last but not least is the Teatro Romano aka Roman Theatre! Located at the foot of the Alcazaba, this is actually the oldest monument in Malaga. The theatre was built in the first century BC and was used until the third century AD. Subsequently it was left to ruin for centuries, until the Moors settled in Andalucia.

Tempat terakhir yang kita kunjungi sebelum balik ke penginapan adalah Teatro Romano alias Roman Theatre! Terletak di kaki Alcazaba, bangunan ini merupakan monumen tertua di Malaga. Teatro Romano dibangun pada abad pertama sebelum masehi dan digunakan sampai abad ketiga masehi. Selanjutnya tempat ini dibiarkan begitu saja selama berabad-abad, sampai akhirnya bangsa Moor menetap di Andalusia.

DSC_0797DSC_0800

And that’s it! We didn’t spend much time in Malaga as we just “stopped by”, but it was worth a visit though.

Daaan selesai sudah kunjungan ke Malaga! Kami memang tidak menghabiskan banyak waktu disini karena memang niatnya cuma “mampir”, but it was worth a visit though.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close