Cordoba: A City of Light

Cordoba has originally built by the Romans, but its most glorious period was when it became the capital of Al Andalus and a centre of culture and learning. It has the typical Moorish city with narrow, winding alleys, decorated with colourful flower pots.

Cordoba pertama kali dibangun oleh bangsa Romawi, namun masa keemasannya terjadi pada saat kota ini menjadi ibu kota Al-Andalus dan sebagai pusat kebudayaan dan pembelajaran. Cordoba memiliki design khas Moor dengan gang-gang putih yang sempit dan berkelok-kelok, dihiasi pot bunga warna-warni yang menggantung di tembok sekitar.

During the Muslim rule, the city offered an opportunity to the European travellers to see the unique advanced world. This was the most prosperous and sophisticated metropolis in the continent, while the rest of Europe was going through its dark ages. It was also the most exciting city of Europe having a dazzling multicultural society – Muslims, Jews, and Christians lived peacefully side by side. In fact, both Jews and Christians are granted freedom of religion and the right of regional autonomy.

Selama era Muslim, Cordoba menawarkan para pendatang dari Eropa untuk melihat berbagai kemajuan pada masa tersebut. Cordoba merupakan kota metropolitan yang paling maju dan makmur di benua Eropa, sementara wilayah Eropa lainnya masih dalam zaman kegelapan (Dark Ages). Cordoba juga merupakan kota yang memiliki masyarakat multikultural dimana umat Muslim, Yahudi, dan Kristen hidup berdampingan secara damai. Bahkan, baik Yahudi maupun umat Kristen diberikan kebebasan beragama dan hak otonomi daerah.

Umayyad Caliphate took keen interest in collecting books and imparting knowledge, which made this city a centre of learning and cultures.  Hence, libraries and schools played a significant role in perpetuating the intellectual reputation of Cordoba. Knowledge in the fields of medicine, mathematics, astronomy, and botany were far in advance of anything that the rest of Europe had to offer, and even outshining Byzantium and Baghdad.

Kekhalifahan Umayyah sangat tertarik dalam mengumpulkan buku dan menyampaikan pengetahuan, hal inilah yang menjadikan Cordoba sebagai pusat pembelajaran dan kebudayaan. Karenanya, perpustakaan dan sekolah memiliki peranan penting dalam mengabadikan reputasi intelektual kota Cordoba. Pengetahuan di bidang kedokteran, matematika, astronomi, dan tumbuh-tumbuhan jauh lebih maju dibandingkan kota lainnya di Eropa, bahkan melebihi Byzantium dan Baghdad.

So here are the highlight and things I did in Córdoba so you can plan your one day in Cordoba accordingly:

Berikut adalah hal-hal yang saya lakukan di Córdoba dalam satu hari:

The Mezquita

Known locally as Mezquita-Catedral, the Great Mosque of Cordoba is one of the most important monuments of the Western Islamic world. The buildings on this site are as complex as the extraordinarily rich history they illustrate. On the place where the Mezquita now stands, there had first been a temple to the Roman god, then it was converted into a church by Visigoths. Next, it was converted into a mosque and then completely rebuilt in 785, when Abd-ar-Rahman I established Cordoba as capital of al-Andalus. This mosque not only serves as a place of worship, but also as a center of intellectual activity.

Masjid Agung Cordoba, atau dikenal juga sebagai Mezquita-Catedral, merupakan salah satu bangunan terpenting dalam sejarah islam di dunia barat. Bangunan di area ini sangat kaya akan sejarah yang cukup rumit seperti yang digambarkan. Tempat ini dulunya merupakan kuil bagi dewa Romawi, lalu kuil tersebut diubah menjadi sebuah gereja oleh bangsa Visigoth. Selanjutnya, masjid tersebut diubah menjadi masjid dan kemudian dibangun ulang pada tahun 785, ketika Abd-ar-Rahman I mendirikan Cordoba sebagai ibu kota Al-Andalus. Masjid ini tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah saja, namun juga sebagai pusat kegiatan intelektualitas.

IMG_1477

The building itself was expanded over two hundred years. The Great Mosque of Córdoba became the second largest Mosque in the world after the Great Mosque of Mecca/Masjid al-Haram in Saudi Arabia until 16th century when the Blue Mosque was built in Istanbul (Turkey). It is most notable for its arcaded hypostyle hall, with more than 850 coloured granite jasper and marble pillars in total (it used to be more than 1200 of them).

Setelah diperluas selama lebih dari dua ratus tahun, Masjid Agung Cordoba menjadi Masjid terbesar kedua di dunia setelah Masjidil Haram di Arab Saudi sampai abad ke-16 ketika Blue Mosque dibangun di Istanbul (Turki). Masjid ini terkenal dengan kubah lengkungnya (arches) dengan lebih dari 850 pilar dan arches (dulunya terdapat lebih dari 1200 arches).

img_1456.jpg

Following the conquest by King Ferdinand III in 1236, the Mezquita was used as a cathedral but remained largely unaltered for nearly three centuries. But in the 16th century King Charles V gave the cathedral authorities permission to rip out the centre of the Mezquita in order to construct a Catholic church by building a Renaissance cathedral. When he visited the cathedral however, he was displeased by the result and famously commented: “They have taken something unique in all the world and destroyed it to build something you can find in any city”.

Setelah penaklukan oleh Raja Ferdinand III pada tahun 1236, Mezquita digunakan sebagai katedral selama hampir tiga abad tanpa perubahan signifikan pada bentuk bangunan. Namun, di abad 16 Raja Charles V memberi izin untuk meruntuhkan bagian tengah Mezquita untuk membangun sebuah katedral Renaisans. Ketika Raja Charles V mengunjungi katedral tersebut, dia merasa tidak senang terhadap hasilnya dengan komentarnya terkenal: “Mereka telah mengambil sesuatu yang unik di dunia dan menghancurkannya untuk membangun sesuatu yang dapat Anda temukan di kota mana pun”.

DSC_0861

DSC_0953IMG_1481

Whether you agree or not, no one can deny that the Mezquita of Cordoba is a remarkable building that combines Roman, Gothic and Islamic architecture. Access to the Mosque itself will set you around €8.00 per person, however entry is free of charge between 8.00-10.00 AM, except on weekends/holidays.

Entah Anda setuju atau tidak, tak bisa disangkal bahwa Mezquita of Cordoba merupakan bangunan megah dengan perpaduan antara arsitektur Romawi, Gothic dan Islam. Akses ke Masjid itu sendiri memakan biaya sekitar € 8,00 per orang, namun Anda bisa masuk gratis antara pukul 8.00-10:00 pagi, kecuali weekends/hari libur.

IMG_1873Mezquita de Córdoba desde el aire (Córdoba, España).jpg

Explore the streets surrounding the Mezquita

The streets in the surrounding area of the Mezquita are narrow and packed with restaurants and souvenir shops. We wandered around until hunger kicked in and we picked a random restaurant because it looked pretty (and cheap). The restaurant was also an attraction in itself. Most of the restaurants have Moorish design with a lot of plants and flowers.

Jalanan di daerah sekitar Mezquita cukup sempit dan penuh dengan restoran dan toko suvenir. Kita berkeliling disekitarnya sampai berasa lapar dan akhirnya memilih restoran untuk makan siang. Restoran disini juga memiliki daya tarik tersendiri karena sebagian besar restoran memiliki design khas Moor dengan berbagai macam tanaman dan bunga.

DSC_0208DSC_0968cordoba-patio-restaurant-2562

Roman Bridge

As its name, the Roman Bridge was built by the Romans during the reign of Augustus. The bridge crosses the over the Guadalquivir River. It is renovated several times through history and only 2 arches are still original. The bridge was also the only Game of Thrones filming location in Cordoba (to be fair, most of it was CGI though).

Seperti namanya, Jembatan Romawi dibangun oleh bangsa Romawi pada masa pemerintahan Augustus. Jembatan yang melintasi Sungai Guadalquivir ini telah direnovasi beberapa kali sepanjang sejarah dan hanya 2 lengkungan yang masih asli. Jembatan ini juga merupakan satu-satunya lokasi tarian Game of Thrones di Cordoba (walaupun sebagian besar mereka pakai CGI sih).

DSC_0998

Medina Azahara

The ruins of Medina Azahara are about 8 km out of Córdoba. This built-from-scratch city was built between 936 and 940 A.D. by the Caliph Abd ar-Rahman III. This city was built as his new capital. He wanted that this new city show his power and his riches, to impress the Arab and Christian worlds. What is visible of the ruins of Medinat Azahara today is only 10% of its extension, as most of the areas were destroyed during civil war.

Reruntuhan Medina Azahara berjarak sekitar 8 km dari pusat kota Córdoba. Kota ini dibangun oleh Khalifah Abd ar-Rahman III pada tahun 936-940 sebagai pusat pemerintahan yang baru. Dia ingin agar kota ini menunjukkan kekuatan dan kekayaannya dan mengesankan dunia Arab dan Kristen. Reruntuhan yang terlihat saat ini hanya sekitar 10%, karena sebagian besar wilayah tersebut hancur saat perang saudara yang terjadi di Spanyol.

medina_azahara_t1400569.jpg_1306973099

Unfortunately, we didn’t visit the museum and only got the chance to see the ruins from the outside due to lack of time. Should you visit Medina Azahara by car, there is ample car parking. The visitors centre is located at the bottom of the hill and frequent shuttle bus transports you up the hill to the site entrance.

Sayangnya, kami tidak mengunjungi museum ini dan hanya berkesempatan untuk melihat reruntuhan dari luar saja karena kurangnya waktu yang tersedia. Jika Anda mengunjungi Medina Azahara dengan mobil, ada banyak tempat parkir. Visitors centre terletak di bagian bawah bukit dan akan ada shuttle bus tapi membawa Anda yang membawa anda ke pintu masuk Medina Azahara di atas bukit.

IMG_1499

2 thoughts on “Cordoba: A City of Light

  1. menyenangkan melihat foto-fotonya. saya baru bisa membaca tentang andalusia dari buku-buku sejarah.

    Like

    1. Syahidah Rilyadi October 27, 2017 — 2:56 pm

      Thank you for taking the time to read my blog! I’m pleased you are enjoying it. Saya jalan-jalan ke Andalusia juga berawal dari baca buku sejarah hehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close