Granada: The Beauty of Alhambra and More

As mentioned on the previous post, this trip was about history and therefore I did some readings and watching documentaries beforehand. I won’t put comprehensive explanation about each of the places I visited during this trip – otherwise it would be a piece of history article, however I urge you to have some extensive reading about it should you plan to go there.

Seperti yang disebutkan di posting sebelumnya, perjalanan kali ini adalah tentang sejarah dan karenanya selain membaca saya juga menonton dokumenter. Saya tidak akan memberikan penjelasan yang meluas mengenai masing-masing tempat yang saya kunjungi selama perjalanan ini – jika tidak, ini akan menjadi artikel tentang sejarah, tapi saya sangat menyarankan untuk membaca lebih detail mengenai Alhambra kalau ada rencana untuk pergi ke sana.

img_1314.jpgDSC_0073

Alhambra: Masterpiece of Moorish Architecture

The Alhambra was built in the 13th century and named from the Arabic al-qala’a al-hamra (the Red Castle). This palace is widely regarded as one of Spain’s finest tributes to Islamic architecture with its perfectly proportioned rooms and courtyards, intricately moulded stucco walls, beautiful tiling, fine carved wooden ceilings and elaborate stalactite-like muqarnas vaulting; all worked in mesmerising, symbolic, geometrical patterns. The application of trigonometry and geometry principals on the calculation of height and width of the building could be seen at Muqarna Hall, Courtyard of The Lion, and buildings around Alhambra.

Alhambra dibangun pada abad ke-13 dan dinamai dari bahasa Arab al-qala’a al-hamra (Kastil Merah). Istana ini dianggap sebagai salah satu peninggalan karya seni dan arsitektur Islam terbaik di Spanyol, dengan ruangan dan halamannya yang sangat proporsional, beserta keindahan pada dinding, ubin, langit-langit dan kubah muqarnas; Semua terlihat seirama, simbolis, dengan pola geometris. Penerapan prinsip trigonometri dan geometri pada perhitungan tinggi dan lebar bangunan dapat dilihat di Muqarna Hall, Courtyard of The Lion, dan bangunan sekitar Alhambra.

IMG_1416IMG_1353

Alhambra is a fortress-palace complex with 3 main parts: the Nasrid Palace (the main attraction), the Alcazaba (palatial fortification aka ruins), and the Generalife (the architect’s gardens). This is the map of Alhambra for you to get the idea of its landscape. It takes around 4 hours to see and enjoy the entire complex.

Alhambra merupakan kompleks fortress-palace yang terbagi menjadi 3 bagian utama: Nasrid Palace, the Alcazaba, dan Generalife. Berikut adalah peta Alhambra. Dibutuhkan setidaknya 4 jam untuk melihat dan menikmati keseluruhan kompleks.

FullSizeRender 6DSC_0385

The first area is the Nasrid Palace. It is a complex of palaces, the residence of the kings of Granada. Its construction was started by the founder of the dynasty Alhamar, in the thirteenth century, although the buildings that have survived to our time date mainly from the fourteenth century. The walls of these palaces enclose the refinement and the delicateness of the last Hispano-Arab governors of Al Andalus, the Nasrids. There are three other palaces around these premises: The Mexuar, The Comares Palace, and The Palace of the Lions. Among the many calligraphic carvings, lafadz La Ghalib illa Allah which means “There is no victor/conqueror except God” is dominating most of the carvings on the walls as well as on the pillars of buildings.

Area yang pertama kita kunjungi adalah Nasrid Palace yang dulunya merupakan kediaman para raja Granada. Pembangunan Nasrid Palace dimulai oleh pendiri dinasti Alhamar pada abad ke-13; walaupun sebagian besar bangunan yang bertahan sampai saat ini berasal dari abad ke-14. Ada tiga bagian utama di dalam Nasrid Palace: The Mexuar, The Comares Palace, dan The Palace of the Lions. Terdapat banyak ukiran kaligrafi yang terpahat di dinding maupun di tiang-tiang bangunan. Dari sekian banyak ukiran, lafadz La Ghalib illa Allah yang berarti “tiada kemenangan melainkan milik Allah” terlihat paling mendominasi.

DSC_0377courtesy of Google imagescourtesy of Google imageIMG_1397

The Alcazaba, a fortress, is one of the oldest part of the Alhambra. It is thought that before it was built and before the Muslims arrived to Granada, there were already several constructions in the same area. The first historical reference to the existence of the Alcazaba dates from the 9th century and the first Arab constructions date from the Caliph period. Nevertheless, the main constructions date from the Nasrid period.

Alcazaba merupakan sebuah benteng dan salah satu bagian tertua Alhambra. Diperkirakan sebelum dibangunnya benteng-benteng dan sebelum orang-orang Muslim tiba di Granada, sudah ada beberapa konstruksi di area yang sama. Referensi historis pertama tentang keberadaan Alcazaba berasal dari abad ke 9 dan konstruksi Arab pertama berasal dari periode Khalifah. Meski demikian, konstruksi utama berasal dari periode Nasrid.

IMG_1260DSC_0426DSC_0369

Last but not least is the Generalife Garden, named from the Arabic Jannat al-‘Arif (Garden of the Architect). It is a leisure villa of the sultans of Granada in which composed of a series of large gardens, with soothing arrangement of pathways, patios, pools, fountains, and trees. At the north end is the Emirs’ summer palace, a whitewashed structure on the hillside facing the Alhambra. Some literature stated that advanced irrigation and drainage systems have been applied to the Generalife complex in the early days it was built.

Terakhir adalah the Generalife Garden yang dinamai dari bahasa Arab Jannat al-‘Arif (Garden of the Architect), Generalife adalah rumah peristirahatan para sultan Granada yang terdiri dari serangkaian taman besar, dengan pengaturan antara jalur, teras, kolam, air mancur, dan pepohonan. Di bagian ujung utara terdapat istana musim panas Emir yang menghadap Alhambra. Beberapa literatur menyatakan bahwa sistem pengairan dan drainase yang sangat maju telah diterapkan pada kompleks Generalife pada masa awal dibangun. 

DSC_0481

DSC_0495

On our way from the Nasrid Palace to Generalife, we noticed there were several shops selling souvenirs. We stopped by at one of the shops, not to buy any souvenir, but to take a photoshoot with traditional al-andalus costume!

Dalam perjalanan dari Nasrid Palace ke Generalife, kami melihat ada beberapa toko yang menjual souvenir. Kami berenti disalah satu toko tersebut, bukan untuk beli souvenir, tapi untuk foto pake kostum tradisional ala al-andalus!

SONY DSC

Alhambra Ticket

The official website to buy Alhambra tickets online is Ticketmaster. There are many different ticket options; the two most popular are the Alhambra General ticket, which gives you access to all the main highlights and an Alhambra at Night ticket, which allows you to visit the Palaces lit up at night. I personally bought the General ticket which includes the entire complex during the daytime. Note that you still need to print the reservation and pick up tickets in person, i.e. no scanable pdfs or e-tickets. Since the admission is limited, the popular time slots do fill up quickly and sometime demand exceeds supply – so a little forward-planning is advisable.

Situs resmi untuk membeli tiket Alhambra secara online adalah Ticketmaster. Terdapat beberapa pilihan tiket; diantaranya yang paling populer adalah tiket Alhambra General, yang memberikan akses ke semua tempat-tempat utama dan tiket Alhambra at Night, untuk mengunjungi Istana di malam hari. Saya pribadi membeli tiket Alhambra General yang mencakup seluruh kompleks pada siang hari. Perlu diingat bahwa reservasi harus dicetak dan ditukar dengan tiket Alhambra secara langsung, i.e. tidak ada e-tickets. Karena jumlah pengunjung dibatasi, slot waktu yang populer biasanya terisi dengan cepat dan bahkan terkadang full – jadi sangat dianjurkan untuk melakukan beberapa perencanaan sebelumnya.

FullSizeRender 5DSC_0474

Bear in mind that the Nasrid Palaces may only be accessed in the time indicated on your ticket and they let no more than 300 people can enter the Palace section every 30 minutes for crowd control reasons. If you do not enter at the designated time, you will not be able to visit this space.

Penting juga untuk diingat bahwa Nasrid Palace hanya bisa diakses sesuai jadwal yang tertera di tiket, karena mereka membatasi kunjungan untuk maksimal 300 orang setiap 30 menit. Jika Anda tidak masuk pada waktu yang sudah ditentukan, kesempatan untuk berkunjung ke Nasrid Palace bisa dipastikan hilang.

There are a couple last minute options to get Alhambra tickets the same day. First, check with your hotel to see if they have any. Other option is to book a tour, which is obviously more expensive than purchasing  the direct ticket, but you’ll get to skip the standard queue and have a guided tour about the Alhambra palace in depth.

Ada beberapa pilihan lain untuk mendapatkan tiket Alhambra tanpa reservasi sebelumnya. Pertama, cek dengan hotel tempat Anda menginap apakah mereka punya Alhambra. Pilihan lainnya adalah dengan memesan lewat tour. Harga yang ditawarkan pastinya lebih mahal dibanding membeli tiket langsung, tapi Anda tidak perlu antri dan juga akan ditemani oleh tour guide untuk menjelaskan Alhambra secara mendalam.

DSC_0439

DSC_0465

Transportation to Alhambra

From city centre, you can either take a minibus No.C3 from Plaza Isabel La Catolica to Alhambra-Generalife that costs €1,20 one-way, or you can take taxi that costs around €5,00. If you decide to take a minibus, it’s advisible to start at the first stop, Plaza Isabel La Catolica, because the bus is filled-up quicky. 

Ada beberapa pilihan untuk menuju Alhambra dari City Centre: salah satunya adalah naik mini bus nomer C3 dari Plaza Isabel La Catolica jurusan Alhambra-Generalife dengan tarif €1,20 sekali jalan. Pilihan lain adalah naik taksi dengan tarif sekitar €5,00. Jika Anda memutuskan untuk naik minibus, sebaiknya mulai dari pemberhentian pertama, Plaza Isabel La Catolica, karena bus menuju Alhambra biasanya terisi penuh dengan cepat.

DSC_0525

Other Places around Granada

Alcaiceria

The original Alcaicería of Granada was built in the 15th century, and survived until the 19th century, when a fire sadly destroyed it. A replica was built, but the result was about less than half of its original size. This recreation of the Moorish silk market is now home to touristy local shops selling salt, silver, spices and silk. The tiny shopping lanes are overpriced but fun to walk through as a step back in time.

Alcaicería pertama kali dibangun pada abad ke-15, dan bertahan sampai abad ke-19, sampai akhirnya hancur oleh kebakaran. Sebuah replika dibangun, namun dengan ukuran kurang dari setengah ukuran aslinya. Sekarang pasar ini menjadi atraksi turis dengan pusat toko-toko lokal yang menjual berbagai macam barang, baik itu souvenir, kain, dan lain sebagainya. Meskipun beberapa diantaranya menjual barang agak overpriced, tapi tempat ini cukup menyenangkan untuk membayangkan keadaan beberapa abad lalu.

DSC_0552DSC_0536

Corral de Carbon

This caravanserai is one of the only surviving structures where ancient merchants stopped to rest their camels. Today, it is a 14th-century monument and the new home to the local Tourism Info centre (where you can also pick your Alhambra tickets if you have pre-purchased them).

Corral de Carbon adalah tempat para pedagang terdahulu berhenti untuk mengistirahatkan unta mereka. Sekarang tempat ini dijadikan sebagai monumen dan juga Tourism Info centre (disini Anda juga bisa mengambil tiket Alhambra jika sudah membeli online).

Plaza de Bib-Rambla

This square was the centre of Moorish Granada. Surrounded by 19th Century town houses, it is a good stop for coffee or lunch. If you’re game for more sightseeing, head to the Cathedral nearby.

Plaza de Bib-Rambla merupakan alun-alun pusat kota Granada. Dikelilingi oleh bangunan dari abad 19, area ini cocok dijadikan tempat untuk makan siang atau sekedar ngopi. Kalau Anda ingin melihat-lihat lebih lanjut, tidak jauh dari sini terdapat juga Katedral Granada.

IMG_1345

Albaicín

Albaicín is a neighborhood in Granada that maintains the layout of Medieval Moorish narrow streets. With its neat narrow lanes and well-kept traditional houses, the area has retained its old charm and is the ideal place to discover Moorish architecture.

Albaicín adalah sebuah daerah di Granada yang mempertahankan tata letak dari Abad Pertengahan dan disebut juga sebagai kota tua bangsa Moor. Lengkap dengan gang-gang dan rumah tradisional, kawasan ini mempertahankan pesona lama  arsitektur Moor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close