Croatia: A Journey to King’s Landing

Berawal dari Ami (adeknya Rizky) yang udah punya tiket dan Rizky yang udah masuk kuliah jadi gak bisa nemenin, akhirnya kita berduaan aja deh. Inti dari trip kali ini adalah datengin tempat-tempat filming Game of Thrones yang ada di Croatia DAN retake some picts. Kebetulan kita dateng pas bulan Januari, enak sih sepi karena emang off season, tapi dingin bangettt! Average daytime temperature sekitar -4C.

IMG_9629

Kenapa Game of Thrones? kenapa gak film lain kayak Star Wars atau Lords of the Rings? (well, LOTR punya Hobbiton sih) Jawabannya: the effort of the crews to bring pure greatness into the film by making it as real as possible. Impression yang saya dapet setelah datengin beberapa tempat filming mereka, baik yang di Croatia dan di negara lain, adalah mereka pake CGI (Computer-Generated Imagery) untuk supporting effects. CGI memang heavily used, tapi some elements couldn’t simply be replaced by special effects. Gak heran akhirnya mereka filming di berbagai negara mulai dari Iceland, UK, Morocco, Spain, dan Croatia; karena mereka butuh ambience yang berbeda-beda juga.

IMG_0303

Selama di Croatia, saya nginap di kota Dubrovnik dan lanjut ke Kota Split yang jaraknya sekitar 3 jam, dengan melakukan beberapa daytrip ke kota sekitar, seperti Sibenik dan Trogir. Semuanya full pake public transport (bus lokal/antarkota). Dalam perjalanan dari Dubrovnik ke Split atau sebaliknya, jangan lupa siapin paspor di tas karena akan ngelewatin border Bosnia and Herzegovina, biasanya suka ditanyain ID/paspor.

IMG_0035

Yang paling penting kalo kesini dan akan rely on public transport adalah cek jadwal bus! Mostly saya cek jadwal bus dari www.buscroatia.com ; walaupun setiap sampe di satu kota, saya akan reconfirm jadwal dengan penjaga loket. Tiket bisa dibeli langsung di busnya (local bus) atau di loket (antarkota), dan gak perlu booking tiket unless kalo lagi summer.

IMG_9849

Satu drawback dari si Game of Thrones ini adalah apa apa jadi dimahalin! Dubrovnik jauh lebih pricey dibanding kota-kota lain di sekitarnya, baik itu untuk penginapan, meal, dan segala entrance fee. Tapi semahal-mahalnya eastern europe gak akan segitunya juga sih. Misalnya, mid-2016 Trsteno Arboretum masih gratis dan begitu 2017 jadi 45 Kn (6 Euro).  Walls of Dubrovnik yang akhir tahun 2014 harga tiketnya cuma 100 Kn, awal 2017 naik jadi 150 Kn. No wonder sih, soalnya lonjakan pengunjung juga tinggi banget dari less than 100,000 di tahun 2014, jadi lebih dari 1 juta pengunjung di tahun 2016 (Dubrovnik Times).

Bonus: Zagreb

Berhubung tiket saya dan Ami beda, saya transit dulu di Zagreb selama sekitar 10 jam sebelum flight balik ke Amsterdam. Gak ada hubungannya sama Game of Thrones. Mostly saya sightseeing aja sih sekitar Zagreb, tapi ada satu museum yang saya datengin: Museum of Broken Relationship! One good thing I learned from the museum is that relationship isn’t always about a lover.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close